Another weekend of fisticuffs has come and gone, as UFC Fight Night 105 blew the roof off Scotiabank Centre last night (Sun., Feb. 19, 2017) in Halifax, Nova Scotia, Canada.
Plenty of fighters were left licking their wounds, including Hector Lombard, who suffered his third straight loss after coming up short against Johny Hendrick's in "Bigg Rigg's" 185-pound debut (see it). Also, Sam Sicilia was upset by Octagon newcomer Gavin Tucker, who kept his perfect record intact (10-0, 1-0 UFC) with an impressive showing in his first bout on the biggest stage in all of mixed martial arts (MMA).
But which fighter is suffering from the worst post-fight hangover, now just a few hours removed from the show?
Travis Browne.
Coming into the his headlining bout against Derrick Lewis, "Hapa" was looking to stop the bleeding of his back-to-back losses to former UFC Heavyweight champions Cain Velasquez and Fabricio Werdum and prolong his Octagon career.
Mission failed.
Early on, Travis seemed to be in control, connecting on various kicks to the legs and body of Lewis, which had "The Black Beast" in visible pain. In fact, he even forced the hulking brawler to fold over in agony with his kicks to the midsection.
Derrick hung in to make it to round two.
It was there that he found his mark, as he finally managed to close the distance and clip the towering heavyweight with some nasty uppercuts. After taking the fight to the ground, Lewis found himself back on the feet with "Hapa," only to clip him and send him crashing to the canvas once more. From there, it was all she wrote, as Lewis unleashed some vicious ground-and-pound to knock Browne clean out.
So where does Browne go from here? Well, unlike most combatants in other divisions, the towering heavyweight doesn't have the luxury of changing weight classes in an attempt to right the ship or look for a new beginning, as Travis is too big for Light Heavyweight and the promotion doesn't have a Super Heavyweight division.

Yet.
The only bright side -- if you can call it that -- of suffering three straight losses is that you won't be getting a top tier foe in your next outing, as Browne is sure to drop in the rankings once they are released later this week. Plus, since the division isn't exactly stacked at the moment, his spot on the roster is pretty safe.
That said, I'd like to see Travis take on Tim Johnson -- who is currently ranked No. 15 on the official rankings list. Tim is fresh off a loss to Alexander Volkov, so he is eager to pick up a victory, as well. It's a matchup that would serve both fighters well, as Tim can put himself on the map with a victory while "Hapa" can get his mojo back if he can get through a fighter who has yet to earn a high profile victory.
Got any other ideas?

Related Posts:

Tyreke Evans Could Easily Be a Cleveland Cavalier

After a HUGE deal went down to sent DeMarcus Cousins to the Pelicans, the anticipated buy-out of Tyreke Evans could alert the Cleveland Cavaliers.

Last night at about 11:45 when many Eastern Time folk had already went to bed, the biggest trade of the season dropped. Buddy Hield, multiple picks, Tyreke Evans, Langston Galloway were traded to the Kings for DeMarcus Cousins and Casspi. Yes, this does influence the Cleveland Cavaliers.
How so? Well, according to Keith Smith on Twitter, Evans could potentially be bought out by the Kings. Cavs fans could be ecstatic at the sound of that.

Over the course of the last few months, LeBron James pleaded for both the additions of a backup point guard and another playmaker. Cleveland may have found that without even having to give up a valuable asset. Why trade a player like Shumpert if you can use him in case of injury or some other cause?
Tyreke Evans is the perfect fit for the Cavaliers. Last season Evans averaged 15.2 points per game and 6.6 assists per game. The 27-year-old out of the University of Memphis has seen several injuries and has only played 26 games this season. While disappointing, he has excelled while healthy.
His injury history should not be a reason that the Cavaliers do not take a risk on Evans. He has the ability to create space, create offense, get to the line, and get the whole team involved. Tyreke Evans and this trade could be a huge win for the Cavs.

Related Posts:

INILAH PERNYATAAN BOS PREPORT

Jakarta President dan CEO Freeport McMoRan Inc, Richard C Adkerson, pagi ini melakukan konferensi pers di Hotel Fairmont, Jakarta, untuk menjelaskan berbagai isu mengenai kelanjutan investasi Freeport di Indonesia.

Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini juga dihadiri oleh Chappy Hakim yang baru saja mengundurkan diri dari posisi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Dalam acara ini, Richard memberikan pernyataan selama kurang lebih 30 menit untuk menyikapi buntunya negosiasi dengan pemerintah Indonesia saat ini. Berikut pernyataan lengkapnya:

Selama lebih dari lima tahun, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah secara konsisten melakukan upaya itikad baik untuk selalu tanggap terhadap perubahan hukum dan peraturan pemerintah Indonesia, beberapa diantaranya membawa dampak negatif terhadap operasi kami di tambang Grasberg, Papua.

Saya telah berada di Jakarta selama beberapa hari untuk menangani berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi Perusahaan sehubungan dengan diterbitkannya peraturan-peraturan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait ekspor konsentrat. Bersama tim manajemen kami dan beberapa tokoh masyarakat setempat, kami terus bekerja sama untuk melindungi kepentingan Perusahaan dan semua pemangku kepentingan, termasuk karyawan kami yang berharga.

Meskipun UU Pertambangan Mineral dan Batubara 2009 menyatakan bahwa Kontrak Karya tetap sah berlaku selama jangka waktunya, Pemerintah meminta agar Freeport mengakhiri Kontrak Karya 1991 agar memperoleh suatu ijin operasi yang tidak pasti dan persetujuan ekspor jangka pendek.

Kami tidak dapat melepaskan hak-hak hukum yang diberikan oleh Kontrak Karya yang merupakan dasar dari kestabilan dan perlindungan jangka panjang bagi Perusahaan kami dan vital terhadap kepentingan jangka panjang para pekerja dan para pemegang saham kami. Kepastian hukum dan fiskal sangat penting bagi PTFI untuk melakukan investasi modal skala besar berjangka panjang yang diperlukan untuk mengembangkan cadangan kami di lokasi terpencil operasi kami di Papua.

Berdasarkan Kontrak Karya, Freeport telah melakukan investasi US$12 miliar dan sedang melakukan investasi sebesar $15 miliar guna mengembangkan cadangan bawah tanah kami. Kami telah membangun suatu kegiatan usaha dengan 32.000 tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan Kontrak Karya, pemerintah telah menerima 60% manfaat finansial langsung dari operasi kami. Pajak-pajak, royalti-royalti, dan dividen-dividen yang dibayarkan kepada Pemerintah sejak 1991 telah melebihi US$16,5 miliar sedangkan Freeport-McMoRan telah menerima US$10,8 miliar dalam bentuk dividen. Pajak-pajak, royalti-royalti, dan dividen-dividen di masa mendatang yang akan dibayarkan kepada Pemerintah hingga 2041 diperkirakan melebihi US$ 40 miliar.

Hukum Indonesia mencerminkan prinsip hukum yang diterima secara internasional bahwa suatu kontrak merupakan undang-undang bagi pihak-pihak yang berkontrak tersebut dan kontrak tidak dapat diubah atau diakhiri secara sepihak, meskipun berdasarkan hukum dan peraturan perundangan yang diterbitkan kemudian.

Freeport telah dengan itikad baik berupaya untuk fleksibel dan berkomitmen untuk mengubah Kontrak Karya ke Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada saat Pemerintah dan Freeport menandatangani perjanjian investasi yang disepakati bersama yang memberikan Freeport hak-hak yang sama sebagaimana diatur dalam Kontrak Karya, konsisten dengan surat jaminan dari Pemerintah kepada PTFI tanggal 7 Oktober 2015.

Kami telah mendiskusikan dengan Pemerintah untuk memperoleh jangka waktu enam bulan guna merundingkan perjanjian investasi ini. Ekspor akan diijinkan dan Kontrak Karya tetap berlaku sebelum ditandatanganinya perjanjian investasi tersebut. Namun demikian, peraturan-peraturan Pemerintah saat ini mewajibkan Kontrak Karya diakhiri untuk memperoleh ijin ekspor, hal mana tidak dapat kami terima.

Pada tanggal 17 Januari 2017, PTFI telah menyampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pemberitahuan mengenai tindakan-tindakan wanprestasi dan pelanggaran Kontrak Karya oleh Pemerintah. PTFI menyampaikan harapan dengan sungguh-sungguh bahwa perselisihan yang akan terjadi dengan Pemerintah dapat diselesaikan tapi dengan mencadangkan hak-hak kita sesuai Kontrak Karya berhadapan dengan Pemerintah, termasuk hak untuk memulai arbitrase untuk menegakkan setiap ketentuan-ketentuan Kontrak Karya dan memperoleh ganti rugi yang sesuai.

Karena Freeport tidak dapat melakukan ekspor tanpa mengakhiri Kontrak Karya, akan terjadi konsekuensi-konsekuensi yang tidak menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan, termasuk penangguhan investasi modal, pengurangan signifikan dalam pembelian barang dan jasa domestik, hilangnya pekerjaan bagi para kontraktor dan pekerja kami, karena kami terpaksa menyesuaikan pengeluaran-pengeluaran kegiatan usaha kami sesuai dengan pembatasan produksi tersebut.

Situasi ini tidak menguntungkan dan mengkhawatirkan kita semua. Saya sangat menghargai dukungan kita semua terhadap Perusahaan kami selama waktu yang sulit ini. Tim manajemen kami berkomitmen untuk bekerja melindungi kepentingan jangka panjang kita semua. Saya tetap berharap bahwa kita dapat mencapai jalan keluar yang disepakati bersama oleh Perusahaan kami dan Pemerintah
(mca/mkj) 

Related Posts:

Kabar PNS Ciuman Massal, Mendagri Kirimkan Tim ke Nias Selatan

JAKARTA - Dalam beberapa hari belakangan, ramai dibicarakan mengenai kabar PNS di Nias Selatan melakukan ciuman massal. Mendagri Tjahjo Kumolo menurunkan tim untuk mengecek kabar tersebut. "Kami sudah meminta tim satu orang dari Kanwil untuk ke sana, menanyakan dulu pertimbangannya apa. Apakah ini sudah menjadi ritual tahunan atau tidak," ujar Tjahjo. Hal itu disampaikan Tjahjo setelah menghadiri rapat Asian Games 2018 di kantor Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (20/1/2017). Menurut Tjahjo, seharusnya ciuman massal tersebut tidak perlu dilakukan. "Untuk budaya timur seharusnya tidak perlu ya. Walaupun itu sudah menjadi konsensus di Pemda ya. Meskipun masing-masing daerah punya tradisi, misalnya, tapi kalau hal-hal yang bersifat personal apakah dia harus begitu," ujar Tjahjo.

Heboh kabar mengenai ciuman massal ini merebak sejak 14 Februari lalu. Ada seorang pengguna Facebook yang mengunggah foto para PNS di Nias Selatan tengah berciuman dalam rangka perayaan Valentine.

Setelah ditelusuri, foto tersebut berasal dari akun fanpage resmi yang dikelola Humas Pemkab Nias Selatan. Disebutkan bahwa mereka yang ada di dalam foto tersebut merupakan pasangan suami-istri yang sama-sama bekerja di Pemkab Nias terkait dengan hari Valentine. Jadi bukan sembarang PNS, sebagaimana tersebar dalam kabar miring yang beredar di media sosial.
Foto pemkab nias/2017
Berikut ini posting-an Humas Pemkab Nias Selatan pada 14 Februari lalu:

Pasutri PNS Terima Bunga Valentine Day dari Bupati Nias Selatan

NIAS SELATAN, Humas & Protokol – Pasangan Suami-Istri (Pasutri) yang bekerja sehari-sehari sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menerima bunga valentine day dari Bupati Nias Selatan, Dr. Hilarius Duha,SH.,MH., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Yustina Hilarius Duha bersama Plt. Sekda Ir. Ikhtiar Duha,MM. dan Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Martina Ikhtiar Duha, Selasa (14/02). 

Pembagian bunga tersebut dilaksanakan seusai apel pagi di Halaman Kantor Bupati Nias Selatan, Jalan Arah Sorake Km. 5 Telukdalam. Sebelumnya, Bupati Nias Selatan memberikan setangkai bunga valentine day kepada Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Yustina Hilarius Duha. Demikian juga Plt. Sekda Kabupaten Nias Selatan memberikan setangkai bunga valentine day kepada Ketua DWP Ny. Martina Ikhtiar Duha. 
Bunga yang dibagikan Hilarius Duha adalah hasil kerajinan tangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Selatan dan bahannya terbuat dari barang-barang bekas yang telah diolah menjadi bunga dan hasilnya lebih cantik. Melalui Perayaan valentine day pada tahun ini semoga pasutri PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan semakin bahagia dan harmonis. (ws_timliputanhumasprotokolnisel) 

Related Posts: